Kemana Bisa Mendonasikan Buku-buku Saya?


 

Biarpun sekarang buku digital bertebaran di portal online, entah kenapa saya tipe orang yang tetap suka membaca buku fisik. Kamu gitu juga enggak? Kayaknya enggak ada yang bisa mengalahkan nikmatnya membalik halaman kertas sambil menghidu aroma tinta cetak dari buku (duilee...).

Selain beli, pinjam buku di perpustakaan bisa jadi alternatif. Sayangnya alternatif tersebut bukan untuk saya, mamak dengan tiga balita, yang rempong kalau harus bolak balik pergi ke perpustakaan. Ditambah lagi pandemi begini, jadilah, alternatif terbaik (menurut saya) ya... beli buku. Enggak deng... sebetulnya ini alasan saya saja yang memang doyan belanja buku ,wkwkwk.

Beberapa waktu lalu, BBW alias Big Bad Wolf lagi mengadakan diskon besar-besaran. Saya enggak mau kelewatan, dong! Dari bulan sebelumnya saya sudah mempersiapkan diri buat kalap, hehe. Saya sudah mengencangkan ikat pinggang di bulan sebelumnya, supaya bulan ini saya punya anggaran agar bisa belanja buku agak banyak (baca: banyak banget maksudnya).

Setelah berpuas diri belanja buku di BBW, datanglah paket cinta tepat di depan rumah saya, Jeng! Jeng! Jeng! Saya happy sekaligus bingung, karena totalnya saya membeli 18 buku sekaligus. Buku-buku ini ditambah buku-buku lama saya enggak akan cukup disimpan di lemari. Kalau beli lemari buku lagi, rumah saya yang enggak muat, wkwkwkwk.

Dari lirikan tajam paksu, saya bisa membaca kalau ia minta saya enggak belanja buku lagi. Namun, sungguh ku tak sanggup, Fernando! (bukan nama asli suami saya). Akhirnya, saya ajukan win-win solution yaitu decluttering  buku-buku yang sudah lama saya enggak baca. Prosesnya sungguh beraaaat, tapi demi mendapat restu paksu buat belanja buku (lagi), jalan terjal ini harus kutempuh (elah... ini saya kenapa sih, nulisnya kok kayak gini).

Proses Memilih Sudah Selesai, Terus Mau Diapain?

Saya pun menyortir buku-buku yang sudah lama enggak saya sentuh, termasuk buku anak-anak saya yang mereka tampak sudah enggak berminat. Setelah terkumpul, saya kembali bingung, mau dikemanakan buku-buku ini? Saya sebetulnya kenal seorang teman yang punya taman baca, sayangnya lokasinya cukup jauh dan ia hanya menerima buku anak-anak.

Saya browsing, ada sih... beberapa pihak yang menerima donasi buku. Namun, saya agak kesulitan buat mengecek apakah pihak tersebut amanah. Akhirnya saya coba menjelajah via instagram, ternyata banyak juga, lho, pihak yang bisa menyalurkan buku kita ke taman-taman baca di seluruh Indonesia.

Menjual Buku Bekas di Toko Prelove

Dari perburuan di instagram, saya bahkan menemukan akun yang menerima pembelian buku prelove. Salah satu akun yang menerima pembelian buku prelove adalah akun Pustakaaa.

Saya coba-coba menawarkan buku-buku saya. Siapa tahu bisa jadi uang untuk beli buku lagi,hehe. Sayangnya, buku-buku saya belum berjodoh dengan toko ini. Memang kebanyak buku saya adalah buku lama yang kondisi kertasnya sudah menguning dan kurang kece. Kalau buat dijual lagi kayaknya kondisinya kurang bagus. Namun, Kalau kamu mau coba tawari bukumu di akun ini, kamu bisa mengontak mereka via Direct Message (DM). Kamu tinggal foto sampul buku serta sisi atas, bawah dan samping bukumu dan tunggu respon mereka. Biasanya dalam waktu dua hari mereka akan menjawab apakah mereka bersedia membeli bukumu atau enggak. Meski mereka mau membeli buku bekas, bukan berarti semua buku mereka terima. Cek di bawah ini dulu deh tata cara menawarkan buku ke mereka!

Sumber: instagram @Pustakaaa

Donasi Untuk "Kehidupan Kedua" Bukumu

Akhirnya saya kembali ke tujuan awal, yaitu mendonasikan buku-buku saya. Dulu, saya sempat mendonasikan beberapa buku ke sebuah yayasan, namun saya lupa banget apa nama yayasannya. Saya coba cari di internet pun enggak ketemu, seolah hilang tanpa jejak kayak kamu, hehe.

Syukurlah, dari hasil perburuan di Instagram, saya menemukan akun Donasi Buku Kita . DM saya disambut antusias oleh pemilik akun. Ia pun memberikan alamat tujuan pengiriman buku saya. Voila! Semudah itu, saya mengirim melalui kurir dengan menggunakan jasa kargo agar ongkirnya lebih murah. Setelah mereka menerima buku-buku saya, mereka pun memberi info melalui DM instagram. Enggak berapa lama setelahnya, buku-buku saya pun telah disalurkan, salah satunya ke sebuah taman baca di daerah Lebak.

Saya tahu dari mana? Tentu dengan memonitor akun instagram tersebut. Meskipun saya menginginkan buku-buku lama saya keluar rumah, tentunya saya harus memastikan bahwa buku-buku tersebut di terima oleh pihak yang berhak.

Nyumbang Boleh, Tetapi Ingat Ini, Ya!

Seringkali kita sudah bernapsu ingin mengeluarkan barang-barang yang enggak terpakai dari rumah tanpa memikirkan kebermanfaatan barang tersebut untuk orang lain. Ingatlah kalau niat kita berdonasi, bukan buang sampah. Jadi, pastikan barang yang kita donasikan layak digunakan kembali, termasuk buku.

Beberapa tempat donasi menyebutkan secara jelas persyaratan buku-buku yang boleh didonasikan, namun banyak juga yang enggak. Meski begitu, kita enggak bisa semena-mena mendonasikan buku yang sudah enggak layak digunakan. Menurut saya, ada beberapa etika yang harus diperhatikan saat menyumbang buku:

  1. Tanyakan kesediaan pihak yang akan menerima donasi bukumu. Caranya dengan memoto lalu mengirimkan foto-foto bukumu pada mereka. Jangan ujug-ujug main kirim, karena seringkali beberapa tempat donasi justru overload dan enggak bisa menerima donasi untuk sementara waktu.
  2. Menghubungi pihak yang akan menerima bukumu juga berguna untuk memberi konfirmasi kalau kamu akan berdonasi. Dengan demikian, buku-bukumu enggak akan tercecer enggak bertuan saat mereka terima nanti.
  3. Jangan mendonasikan buku pelajaran, apalagi lembar kerja siswa (LKS) yang sudah diisi. Karena kurikulum selalu berubah dan LKS terisimu enggak akan bermanfaat untuk orang lain. Selain itu, jangan menyumbang buku rusak, apalagi yang halamannya sudah enggak lengkap. Kasihan, kan, orang yang membaca buku darimu. Bisa-bisa ia enggak bisa tidur semalaman karena penasaran enggak selesai membaca bukumu. Baiknya untuk buku-buku seperti ini, kamu kirimkan ke tempat daur ulang untuk dimanfaatkan menjadi benda baru.
  4. Jika kamu mengirim dengan ekspedisi, pastikan pengemasan bukumu aman. Tentu sedih sekali kalau buku yang kamu donasikan rusak saat di perjalanan. Maka, pastikan ekstra pengamanan saat mengirimkannya. Gunakan kardus tebal dan pastikan tidak ada ruang kosong di dalam kardus untuk memastikan bukumu enggak tergencet saat pengiriman. Kalau mau menggunakan bubble wrap, tentu pengirimanmu akan lebih aman. Pastikan juga bagian tepi kardus kamu tutup rapat agar enggak kemasukan air. Intinya, bungkus semaksimal mungkin agar buku-buku donasimu selamat sampai tujuan.
  5. Minta pihak penerima untuk mengonfirmasi saat buku-bukumu sampai. Hal ini perlu, agar kamu bisa memastikan buku-bukumu enggak salah alamat.

Berdonasi buku bisa jadi solusi win-win bagi pemilik buku dan penerima donasi. Tentu senang, ya, ketika buku kita bisa bermanfaat untuk orang lain. Apalagi di daerah yang sulit mendapat akses buku. Dengan begitu, bukumu enggak hanya jadi penghuni lemari berbulan-bulan dan kamu pun bisa menyegarkan kembali lemarimu dengan membeli buku baru (wkwkwkwk! Kalau ini mah alasan saya banget!)


Komentar

  1. Wihhh sip banget ini Mbaaa
    ternyata ada ya akun IG utk bisa salurkan buku2 preloved.
    asik asik, ini solusi jitu banget utk yg rumahnya udah kepenuhan buku :D

    BalasHapus
  2. Iya setuju nih memang donasi kita harus yg bermanfaat buat yang diberi bukan sekedar asal barang kita keluar ya.... Jadi penerimanya pun harus pas sesuai dengan barang yg mau kita berikan supaya kebermanfaatannya optimal

    BalasHapus
  3. Waaah bookmark.. Saya juga ada beberapa buku yang sudah jarang saya sentuh.. Barangkali nanti bisa jadi rekomendasi. Btw emang e-book nggak bisa ngalahin kepuasan membaca melalui buku langsung ya, Mbak.. Aroma tinta dan kertasnya seakan pemuas candu gitu #halah

    BalasHapus
  4. Wah nited Mba, makasih udah berbagi, saya juga punya beberapa buku lama yang nggak kepake, selama ini saya kasih aja ke teman yang mau, tapi memang enakan kayak gini ya, biar lebih bermanfaat.

    Kalau saya sebenarnya lebih suka buku ketimbang e-book, karena nggak punya tablet buat bacanya, sakit mata rasanya baca di HP :D

    BalasHapus
  5. Wah iya, saya suka bingun mau dikemanain buku-buku yang menumpuk. Sebagian besar ada yang dibawa sepupu. Tetapi, pengen juga deh sisanya didonasiin

    BalasHapus
  6. setuju banget, jangan semena-mena mendonasikan buku

    mentang-mentang nyumbang, trus gak disortir

    bikin repot penerima sumbangan

    sementara yang bekerja di sana kan umumnya relawan.

    BalasHapus
  7. Yuk kita toss kak, kalo lagi kalap belanja buku pak su suka melirik dengan tajam ya. Yah biarpun nggak sampe ngomel dia hihi..

    BalasHapus
  8. Mbak, terima kasih banyak udah info IG Donasi BUku Kita. Tadi saya sudah klik dan langsung follow. Saya punya banyak buku yang udah lama ingin di donasikan. Dulu-dulu biasanya dikirim ke yayasan apa deh, lupa juga namanya, dan biasanya terima juga buku pelajaran. Belakangan mereka ga terima lagi. Saya punya anak 2, tiap tahun selalu ada buku pelajaran tebal2 yang gak kepakai lagi. Sekarang banyak numpuk di rumah. Novel2 juga banyak yang mau saya donasikan. Mungkin ada 50an novel. Kondisi masih bagun semua karena saat disimpan selalu saya bungkus plastik.

    BalasHapus
  9. Klo Saya buku² bacaan yang menumpuk di rumah Saya bagikan ke teman atau saudara yang suka baca jadi mereka bisa memilih sesuai kesukaannya

    BalasHapus
  10. Samaan mba Aku klo beli buku Suka Lupa tapi salahnya klo Aku kadang beli 10 yg dibaca cuma 2.. terus udah beli lagi🤦 .. klo aku solusiin k rumah yatim Aja mba buku pelajaran2 yg lalu juga mereka masih pakai

    BalasHapus
  11. Bener kak, daku pun juga sama kalau buku fisik membacanya di dalam kendaraan gak pening, malah tambah asik. Kalau digital takut gak fokus karena kan bersatu di hape hehe

    BalasHapus
  12. Penting sekali memperhatikan hal-hal berikut ini deh saat menyumbangkan buku karena terkadang masih ada aja yang memberikan LKS sudah berisi padahal sudah pasti tidak bisa digunakan lagi apalagi kurikulum yang terus berubah maka akan sia-sia saja.

    BalasHapus
  13. Mbaaa, salam kenal ya. Saya terus terang mau donasi buku tapi bingung kemana. Semenjak pandemi ada ketakutan ga bisa mewariskan buku buku. Maut kapan saja hadir.

    BalasHapus
  14. Duh pas banget. Saya juga berencana mensortir buku2 untuk disumbangkan. Sudah berdus-dus nganggur dan tidak ada tempat lagi. Alhamdulillah dapat referensi di sini. Makasih banget atas infonya. Worth to share

    BalasHapus
  15. Aku baru tau ada Donasi Buku kita, soalnya pernah bingung mau dikemanain buku-buku lama simpanan orangtua dulu, akhirnya ditimbang ke loakan deh

    BalasHapus
  16. Betul sekali mbak sayapun termasuk yang suka Baca buku fisik Karena sensasinya itu memang berbeda ya mbak.. Dan senang Aja sih kalau beli langsung dari penulisnya dapat tanda tangannya..

    BalasHapus
  17. Tap..tap... ini dia info penting suka bingung kalo udah beresin rak buku, buku mau dikemanain...

    Ada ig nya donasi buku kita ternyata.. meluncur ig...

    BalasHapus
  18. wah infonya bermanfaat mba, saya baru tahu IG donasi buku kita utk buku2 preloved, sangat membantu untuk mengurangi buku2 di rumah yang sekiranya sudah sering dikhatamkan.

    BalasHapus
  19. Pengin bangett ikutan nyumbang buku
    mau kepoin IG nya
    dan semoga suatu saat bs contribute jugaaa

    BalasHapus
  20. Wah, makasih banyak infonyaaa. Aku juga suka banget belanja buku. Tapi ya itu, ruang di rumah kami terbatas banget euy. Sekarang mau dipenuhi untuk buku pelajaran sekolah anak-anak dan ensiklopedia aja. Aku suka posting di status WA misalnya mau kasih buku yang memang sudah lama nggak dibaca. Betul, harus memberikan buku yang layak juga. Kalau sudah robek di sana-sini, kasihan yang akan baca.

    BalasHapus
  21. Kakau ada buku bacaan anak yang ingin dimanfaatkan oleh anak kampung, bisa didonasikan ke saya Mbak
    Saya ada taman baca ala- ala di kampung, pagelaran Cianjur Selatan ini. Yang baca anak kampung sekitar 30 orang. Mulai anak prasekolah sampai SLTA.
    Berapa blogger sudah banyak kirim buku atau majalah bahkan novel ke kami. Salman Faris, Elisa Koraag, Meliana Sekarsari, Triani Rertno, dll yang saya luoa. terakhir Mba Betty dengan novel terbarunya terkait Pandemi

    BalasHapus
  22. Wah, sangat bermanfaat ini. Enggak menyesal saya dapatkan informasi tentang donasi buku. Terima kasih informasinya ya, Mbak 😉

    BalasHapus
  23. Wah, sangat bermanfaat ini. Enggak menyesal saya dapatkan informasi tentang donasi buku. Terima kasih informasinya ya, Mbak 😉

    BalasHapus
  24. Saya juga termasuk yang suka baca buku fisik lebih mantap rasanya. Wah ternyata ada ya tempat yang menerima donasi buku yang sudah lama. Bagus sekali ini ya mbak, buku kita tetap bisa bermanfaat bagi orang lain, daripada hanya memenuhi lemari dan gak dibaca lagi
    Jadi pengin ikutan donasi buku juga.

    BalasHapus
  25. Makasih Mbak infonya, alhamdulillah nemu tempat kayak Donasi Buku Kita ini ya. Saya bakal kontak nih kalau mau mendonasikan buku2..

    BalasHapus
  26. Aku setuju banget dengan donasi buku mam. Kalau aku mendonasikan buku di perpustakaan. Jadi seneng, karena buku kita bisa bermanfaat baginorang lain.

    BalasHapus
  27. Tips berdonasi bukunya mantap mbak. Bener juga ya soal konfirmasi dulu kesediaan penerima, takutnya malah nanti jadi overload atau bukunya nggak sesuai sama yang mereka butuhkan.

    BalasHapus
  28. MasyaAllah keren, saya belum decluttering buku-buku lama

    Makasih sudah ngasih ide Mbak. Mungkin saya lebih milih didonasikan karena ada kenal beberapa yang kelola rumah atau taman baca

    BalasHapus
  29. Waaa makasih udah share mbak.. Kok pas banget sih, aku juga lagi mau donasi buku nih tapi bingung donasinya kemana..

    BalasHapus
  30. Awal 2021 ini saya juga mengurangi stok buku di rumah. Buku-buku yang sudah lama dan gak akan saya baca lagi saya pindah tangankan ke orang lain. Waktu itu saya bagi-bagikan saja melalui penawaran di Facebook. Bersyukur banyak teman yang berminat. Next time saya akan coba donasikan ke tempat-tempat lain, seperti yang mba lakukan ini. Insyaallah buku-buku tersebut akan bermanfaat di tempat baru.

    BalasHapus
  31. Kebayang deh beratnya decluttering koleksi buku kita. Punyaku juga ada beberapa rak nih buku, harus mulai memilah juga. Kayaknya bakalan lebih berguna ketika dibaca oleh orang lain daripada ngendon doang di rumah sampe berdebut yaaa...

    BalasHapus
  32. Mbak, BBW emang bikin kalap yak.. Huhu, kekepin dompet. Saya udah lama ngga beli buku. Kalau pengen baca buku, tuker-tukeran aja sama temen, hehe... Soalnya rak buku saya udah ngga muat lagi. Mau nambah rak, tapi rumahnya yang ngga cukup. Mau decluttering, masih sayang. Jadi pinjem-pinjeman sama temen adalah salah satu solusi yang bisa saya lakukan. Hehe.. btw, cocok banget karakter Mbak dengan nama blognya, ibukutubuku.

    BalasHapus
  33. wah sama, beberapa waktu lalu aku juga memberikan banyak koleksi buku.
    aku sumbang ke rumbel literasi buat hadiah giveaway

    BalasHapus

Posting Komentar

Halo! Terima kasih sudah mampir membaca ulasan si ibu kutu. Silahkan tinggalkan komentar di kolom. Mohon jangan tinggalkan link hidup ya dan komentar teman-teman akan dimoderasi demi kenyamanan pembaca. Salam cinta dari si ibu kutu♡