KUPAS TUNTAS KEHIDUPAN EMAK DI PRANCIS DI BRINGING UP BÉBÉ

 
Review Bringing up bébé

Pernah menghadapi anak tantrum di tempat umum? Atau anak yang tidak well behave ketika lagi di keramaian. Rasanya ini masalah yang umum banget dialami oleh sebagian besar orang tua. Melihat seorang ibu dengan mata celong dan rambut awut-awutan pun lumrah saja. Namanya juga ibu, boro-boro mengurus diri sendiri, hari-harinya sudah terisi dengan kesibukan mengurus rumah dan buah hati.

Hal serupa juga dialami oleh Pamela Druckerman , sebagai seorang ibu Amerika beranak satu yang terbiasa mendapati sebagian perempuannya berkorban demi menjalani peran sebagai ibu, ia pun memiliki pola pikir yang sama. Namun, pikirannya terusik ketika ia memutuskan hijrah ke Prancis. Ia menemukan kehidupan para ibu yang amat berbeda di sana. Perbedaan yang mencengangkan karena sangat bertolak belakang dengan kehidupan para ibu di Amerika.

Ia pun memutuskan untuk melakukan pengamatan dan penelitian untuk mengulas lebih lanjut tentang perbedaan antara kehidupan para ibu di Amerika dan di Prancis. Semua penemuannya diulas secara lengkap dalam buku yang berjudul Bring Up Bébé. Buku ini telah menjadi International Best Seller. Dikatakan pula bahwa buku ini akan sangat berbeda dengan buku pengasuhan yang biasa. Dari situ, saya pun jadi tertarik untuk membaca dan mengulas buku ini. Ternyata memang banyak hal yang kurang lazim (dalam kacamata saya) yang saya temukan di buku ini. Apa sih yang membuat buku ini berbeda? Simak yuk ulasannya berikut ini.

Baca juga: TIPS AGAR MEMBACA BUKUMU EFEKTIF

Siapa Pamela Druckerman?

Pamela Druckerman adalah mantan jurnalis The Wall Street Journal. Selepas menjadi reporter berita internasional, Pamela beralih menjadi penulis buku. Tulisan-tulisannya juga banyak dimuat di The New York Times dan Washington Post. Pamela sudah menulis beberapa buah buku, diantaranya Bébé Day by Day: 100 Keys to French Parenting, Bringing Up Bébé, There Are No Grown-Ups: A Midlife Coming-Of-Age Storie dan masih banyak lagi.

Buku Pamela yang terkenal berjudul  Bringing Up Bébé sudah diterbitkan di 20 negara dan telah meraih kesuksesan. Pamela yang berkewargenegaraan Amerika kini tinggal di Prancis bersama suami dan ketiga anaknya. Ia juga banyak disibukan dengan kegiatan wawancara dan talk show. Pamela Druckerman juga memiliki laman pribadi di www.pameladruckerman.com.

Mengapa Anak-anak Prancis Tidak Melempar Makanan?

Pamela Druckerman mengawali bab dalam bukunya dengan pertanyaan "mengapa anak-anak di Prancis tidak melempar makanan?". Pikirannya terusik ketika ia berada di sebuah restoran dan mendapati anak-anak prancis dapat duduk diam menikmati makanan, tidak seperti anak-anak Amerika pada umumnya. Bukan satu dua anak, namun hampir seluruh anak prancis tampak begitu tenang di meja makan. Mereka pun jarang berteriak, tantrum atau merengek di depan umum.

Rasa ingin tahu membuat Pamela mulai mengamati dan mewawancarai ibu-ibu di Prancis. Mendapati hal yang mengejutkan namun tidak mengherankan, Pamela menemukan bahwa kondisi anak-anak Prancis yang begitu patuh tidak terlepas dari cara mengasuh ibu-ibu di Prancis. Banyak aturan yang diterapkan dalam pengasuhan Prancis tetapi tidak ditemui di teori-teori pengasuhan Amerika.

Anak-anak Prancis tidak diberikan cemilan sesuka hati. Mereka pun terbiasa untuk berdiam di créche (semacam day care) sejak masih sangat dini. Tidak seperti kebanyakan orang tua Amerika, yang menurut Pamela, mayoritas permisif dalam mengasuh anak-anak mereka, di Prancis orang tua menerapkan batasan yang amat jelas bagi anak-anak mereka. Hal itu membuat otoritas dan kendali selalu berada di tangan orang tua. Tidak heran jika melihat kebanyakan anak Prancis memiliki pengendalian diri yang baik, meski ada satu dua kasus "luar biasa" yang kadang ditemui pada anak-anak Prancis.

Pamela juga sempat menyinggung fenomena orang tua Amerika yang tampak begitu terobsesi dengan teori pengasuhan. Hal ini sering membuat ibu justru merasa stres dan tertekan karena merasa cara pengasuhannya tidak sesuai dengan teori yang mereka baca. Berbeda dengan orang tua Prancis yang tampak lebih tenang karena tidak memusingkan banyak teori pengasuhan. Mereka mengasuh dengan insting mereka sebagai orang tua, begitu kurang lebih yang disampaikan Pamela dalam bukunya.

Kesejahteraan Ibu dan Pengasuhan Anti Stres Ala Prancis.

Prancis tidak hanya memiliki paradigma pengasuhan yang sangat berbeda dengan Amerika. Prancis juga punya cara yang berbeda dalam memandang perempuan sebagai ibu. Kebanyakan perempuan Amerika akan menggadaikan kesenangan dan pekerjaannya ketika ia menjadi seorang ibu. Akan tetapi, tidak demikian dengan ibu-ibu di Prancis. Pamela menyebutkan bahwa sulit sekali menemukan ibu yang tidak bekerja di Prancis. Mereka tetap membangun karir meski sudah beranak satu, dua bahkan seterusnya.

Ibu-ibu Amerika biasanya kurang merawat diri setelah ia menjadi ibu. Berat badan yang bertambah, payudara kendur dan penampilan yang jauh dari kata fancy sudah menjadi keseharian kebanyakan ibu di Amerika. Sebaliknya, ibu-ibu di Prancis tampaknya punya anggapan bahwa menjadi ibu tidak akan mengubah diri Anda sedikit pun, tidak untuk karir dan tidak juga untuk bentuk tubuh. Di Prancis bahkan ada tunjangan yang diberikan kepada para ibu yang ingin mengembalikan bentuk tubuhnya seperti sebelum ia melahirkan. Semua biaya ditanggung oleh negara. Big applause for French!

Sangat lumrah menemukan ibu-ibu dengan penampilan fashionable berjalan sambil mendorong stroller yang berisi anak mereka. Lucunya, meski mengasuh anak-anak, ibu di Prancis tampak lebih santai dalam mengasuh anak-anak mereka. Ibu-ibu di Prancis terlihat begitu tenang dan mengontrol anak-anak mereka. Tidak ada teriakan tarik urat dan desahan frustrasi. Mereka tampak bisa tetap mengasuh dan bergaya, sesuatu yang biasanya tidak bisa disandingkan bersama. Singkat cerita, ibu-ibu di Prancis tampak begitu menikmati peran mereka, namun di sisi lain tetap tidak kehilangan jati diri mereka sebagai perempuan.

Antara Setuju, Namun Tidak Juga.

Banyak hal di buku ini yang membuat saya manggut-manggut setuju. Well... saya pun ibu yang lumayan mengedepankan kesejahteraan pribadi. Karena saya yakin ketika saya bahagia, saya bisa mengasuh dengan bahagia. Ide tentang membuat ibu tetap memiliki area untuk dirinya membuat saya begitu kagum. Rasanya membaca buku ini semakin menguatkan saya untuk tidak merasa bersalah ketika memiliki sedikit waktu untuk diri saya sendiri. Keseimbangan, mungkin itu yang coba saya terapkan dalam diri saya dan cara untuk menggapai keseimbangan itu adalah dengan memisahkan antara ranah kehidupan saya sebagai ibu dengan sebagai diri saya sendiri.

Hanya saja, apa yang disampaikan dalam buku ini sangat dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya di Prancis. Menurut saya, tidak semua hal yang diterapkan ibu di Prancis dapat diterapkan di konteks budaya lain. Ibu-ibu di Prancis dapat leluasa memiliki kehidupan demikian, karena lingkungan sosial mendukung mereka. Hal ini tentu saja berbeda ketika dibawa dalam ranah budaya Indonesia misalnya.

Mau jadi ibu ala Amerika atau ibu ala Prancis?
(Diilustrasikan oleh @cempaka_noviwijayanti)


Dari seluruh bagian buku, ada satu bagian yang saya amat kurang setuju. Pamela  Druckermen memaparkan bagaimana lumrahnya anak-anak Prancis minum susu formula. Bukan karena ibu mereka tidak mampu menyusui, namun karena memang tidak mau dan merasa tidak perlu. Bahkan fasilitas-fasilitas kesehatan di Prancis tampak mendukung praktik ini. Meskipun menurut data, tingkat kesehatan warga di Prancis justru di atas Amerika. Dari situ, mereka mengambil kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan antara pemberian ASI dan susu formula pada bayi. Ibu-ibu Prancis biasanya berhenti menyusui anak mereka sejak bulan pertama, bahkan ada yang tidak pernah menyusui anak-anak mereka sama sekali.

Untuk saya pribadi, hal ini agak berlebihan sih... Bolehlah memperhatikan kesejahteraan ibu (ya, tentu saja boleh!) tetapi seorang ibu juga punya porsi yang bernama kewajiban. Menurut saya menyusui adalah salah satu bagian krusial dalam proses pengasuhan. Maka, selagi masih bisa dan tidak ada alasan medis, ibu sebaiknya tetap menyusui anak mereka.

Dalam buku ini, Pamela pun sempat memaparkan tentang gaya pengasuhan di Prancis yang cenderung otoriter. Seringkali anak tidak memiliki kesempatan berpendapat. Bahkan ada modul khusus yang diberikan pada anak usia dini untuk "membentuk" pribadi mereka layaknya orang Prancis. Hal ini cukup berbeda dengan pengasuhan di Amerika, ketika kebanyakan orang tua berusaha memberi ruang kebebasan berekspresi pada anak-anak mereka.

Lalu, Bagaimana dengan Penerapan di Indonesia?

Jadi kesimpulannya, apa yang ditulis dalam buku ini cocok tidak ya diterapkan oleh ibu-ibu di Indonesia? Kalau saya pribadi berpendapat, ambil yang menurut Anda baik dan tinggalkan saja yang menurut Anda buruk. Sama dengan ketika saya membaca buku lainnya, seringkali saya menemukan hal yang berbeda dari pendapat saya. Kalau diterapkan secara keseluruhan tentu tidak sesuai. Apalagi dengan budaya di Indonesia yang masih berpandangan bahwa tugas pengasuhan didominasi oleh ibu.

Namun, terlepas dari setuju dan tidaknya, buku ini bagus dan patut untuk dibaca. Beberapa ulasan di Goodreads juga cukup mengapresiasi buku ini. Buku ini dianggap membawa paradigma baru terhadap pengasuhan anak. Apalagi ini ditulis dalam kacamata orang Amerika yang tinggal di Prancis. Akan tetapi, tidak semua setuju akan kualitas buku ini. Beberapa menyebutkan buku ini tampak mencantumkan terlalu banyak asumsi tanpa dasar ilmiah. Entah kenapa saya sependapat dengan hal ini. Pamela lebih banyak menuturkan apa yang ia temui, saksikan dan alami di lingkungannya bersama ibu-ibu Prancis. Namun, sesungguhnya hal seperti ini tidaklah bisa digeneralisasi sebagai cara pengasuhan keseluruhan orang Prancis. Meski begitu, dengan latar belakangnya yang mantan jurnalis, seharusnya Pamela bisa menghindari bias ini. Kalau mengecek bagian belakang buku, tampaknya juga cukup banyak referensi ilmiah yang ia gunakan untuk menyusun buku ini.

Jadi, saya beri nilai ☆☆☆☆\5. Tidak sempurna dengan alasan yang saya jelaskan sebelumnya. Namun, buku ini ditulis dengan bahasa yang lugas dan asyik untuk dibaca. Buku ini juga sangat menghibur dan cukup bisa dinikmati. Menurut saya, buku ini bisa jadi penyeimbang buku-buku pengasuhan yang terkadang membelenggu pemikiran para ibu, hehe. Terkadang ibu butuh refershing untuk mengendurkan urat, bukan? Selamat membaca!


Komentar