5 TIPS AGAR MEMBACA BUKUMU EFEKTIF


Pernah enggak merasakan ketika kita membaca sebuah buku tapi merasa enggak mendapatkan apa-apa? Kita sulit mengingat apa yang barusan dibaca atau kalau pun ingat, hanya sebagian kecil dari keseluruhan buku yang kita baca. Sejujurnya, terkadang saya pun merasa demikian. Apalagi ketika bukunya sangat padat ilmu atau bahasanya sulit dicerna. Sudah baca habis satu buku, ternyata sedikit sekali yang bisa saya ingat. Ternyata hal seperti itu bisa terjadi karena cara baca yang kurang efektif. Kita membaca teks, namun hanya membunyikannya kalimatnya tanpa menangkap ide dari kalimat tersebut.

Agak menyedihkan sebetulnya, namun kenyataannya banyak dari orang Indonesia punya ketahanan baca yang rendah. Bukan enggak minat baca, tetapi ketika dihadapkan pada buku yang tebal atau teks yang sulit, kebanyakan orang Indonesia langsung mundur teratur. Bisa jadi hal ini juga yang membuat kita sulit untuk menangkap isi buku ketika sedang membacanya. Sudah meluangkan waktu baca buku, setelah selesai membaca malah enggak ada bedanya dengan sebelum membaca buku. Sayang banget, kan?

MEMBACA AKTIF DAN PASIF


Tahukah Anda, kalau menjadi pembaca yang aktif dan pasif itu ternyata berbeda? Pembaca pasif hanya menjadikan kegiatan membaca sebagai bagian dari entertaining atau hiburan, sehingga enggak memerlukan konsentrasi penuh saat membaca. Biasanya kita melakukannya saat membaca buku-buku fiksi, terutama dengan tema-tema yang enteng. Buku-buku semacam ini dikenal dengan sebutan snack book. Cara membaca seperti ini sebetulnya sah-sah saja, namun beda cerita ketika kita membaca buku-buku dengan tema yang lebih berat. Apalagi ketika kita membaca buku non-fiksi atau textbook.

Buku-buku seperti ini biasanya lebih padat ilmu, sehingga perlu pemahaman lebih jika ingin mendapatkan manfaat dari membacanya. Kalau saya pribadi sih, membaca buku-buku seperti ini akan menjadi sangat sia-sia ketika saya hanya mendapatkan sedikit saja bagian dari ilmu yang ditulis di buku tersebut. Dibutuhkan cara membaca yang aktif untuk dapat menyerap ilmu secara maksimal dari buku yang kita baca. Cara baca aktif tentu berbeda dengan cara baca pasif. Dibutuhkan upaya lebih agar apa yang kita baca "nyantol" dan enggak "terbang" ketika kita selesai membaca buku.

Membaca aktif enggak sekadar membunyikan kalimat di dalam hati, tetapi betul-betul mencoba menangkap ide dari apa yang disampaikan pada kalimat-kalimat tersebut. ya... kalau bukunya 200an halaman mungkin masih enteng, kalau bukunya 500an halaman lebih, berapa lama saya harus menyelesaikan buku tersebut? Saya enggak punya banyak waktu untuk membaca sampai segitu mendalamnya.

Memahami ide dari apa yang kita baca bukan juga berarti kita teliti dan telaah setiap kalimat secara mendalam juga kaliiiii... Ada teknik yang bisa membantu kita untuk bisa tetap menangkap isi buku secara maksimal tanpa harus memelototi satu per satu kalimat di dalam buku. Bahkan dengan membaca secara screening pun kita tetap bisa memahami apa yang kita baca, asal kita bisa menemukan ide yang tertulis dengan baik.

CARA MEMAHAMI IDE DARI SEBUAH BACAAN


Strategi ini saya peroleh dari sebuah buku yang berjudul "Your College Experience: Stretegies for Success" karya John N. Gardner dan Betsy O. Barefoot. Sesuai dengan judulnya, buku ini memang seperti manual bagaimana sukses menjalani kehidupan di perkuliahan. Salah satu bahasannya adalah tentang bagaimana cara belajar efektif ketika membaca buku teks. Seperti yang kita tahu, teksbook biasanya punya halaman yang sangat tebal. Saya ingat buku-buku teks saya satu semester ketika kuliah, jika ditumpuk bisa melebihi tinggi tubuh saya. Terbayangkan bagaimana mualnya harus melahap buku setebal-tebal itu kalau enggak pakai strategi yang benar.

Meskipun ditujukan untuk membaca textbook, menurut saya, cara yang diusung Gardner dan Barefoot bisa diterapkan saat kita membaca buku-buku populer. Prinsipnya sama, bahkan menurut saya, harusnya lebih mudah diterapkan, karena buku populer, meski padat ilmu, tetap lebih ringan dibaca dibanding textbook.

Previewing


Menurut Gardner dan Barefoot, sebelum kita mencoba menangkap ide sebuah bacaan, kita perlu memahami sekilas apa yang kita baca. Hal ini membuat kita perlu membaca sebanyak dua kali, yaitu membaca screening untuk mengetahui "medan bacaan" kita dan membaca dengan pemahaman. Ada beberapa cara yang bisa digunakan dalam tahapan previewing, yaitu mind mapping, outlining dan membuat flashcard. Saya enggak akan bahas mendalam satu persatu teknik ini, soalnya bakal panjang buanget dan bisa jadi satu bahasan sendiri, hehe. Intinya teknik-teknik ini digunakan untuk mengetahui ide-ide besar dalam suatu bacaan. Biasanya dipecah per bab. Dari setiap bab tersebut kemudian dipecah lagi menjadi sub-sub bab. Hal ini dilakukan agar kita mendapatkan gambaran besar tentang apa yang akan kita baca. Saat kita mengumpulkan ide-ide tersebut biasanya akan muncul pertanyaan-pertanyaan turunan. Pertanyaan ini yang kemudian perlu dicatat untuk kemudian kita cari jawabannya di tahapan membaca selanjutnya.

Marking


Dalam aktivitas marking atau menandai, kita mulai membaca dengan lebih fokus. Tujuan dari membaca kita kali ini adalah untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah kita daftar pada tahapan previewing. Namun, hati-hati. Pastikan kita tidak memberi tanda terlalu banyak pada buku, yang akhirnya justru membuat kita gagal mengambil ide utama. Hal ini lumrah terjadi pada banyak pembaca buku. Meski begitu, hal ini dapat dihindari dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  1. Membaca sebelum menandai. Hal ini sudah kita lakukan pada tahap previewing.
  2. Think before marking. Dengan kata lain, kita memikirkan dengan masak sebelum memberi tanda. Memberi tanda bisa menggunakan highlighter atau menuliskan ide paragraf di samping paragraf yang dimaksud. Ingat! Ini adalah menuliskan ide paragraf, maka tuliskan dalam 2-5 kalimat dan tidak lebih. Jika kita menulis terlalu banyak kalimat, alih-alih menulis ide, kita malah menulis ulang kalimat yang sudah tertulis dalam paragraf.
  3. Mencatat saat kita membaca. Menuliskan apa yang kita baca ibarat memberi jangkar dalam otak kita. Saat kita menuliskan poin penting atau ide dalam tulisan, sesungguhnya kita sedang "menyimpan" apa yang dibaca dalam memori kita. 
Biasanya orang akan melengkapi mindmap atau menuliskan kembali di tempat terpisah ketika membaca. Namun, saya pribadi lebih banyak langsung menuliskannya di buku yang sedang saya baca. Cara seperti ini lebih praktis, namun buat orang dengan tipe rapi dan bersih, cara membaca seperti saya akan tampak jorok dan kurang apik,hehe.

Reading with consentration


Menciptakan suasana kondusif saat membaca itu sangat penting. Suasana kondusif membantu kita untuk fokus hingga kegiatan membaca pun menjadi lebih efektif. Agar kegiatan membaca kita efektif, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:
  1. Mencari tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Bacalah di ruang yang tenang dan tempatkan diri dalam posisi yang nyaman saat membaca.
  2. Mematikan alat komunikasi saat membaca,
  3. Membuat target membaca, misalnya 10-15 halaman sekali baca.
  4. Batasi durasi membaca, misalnya selama satu jam.
  5. Jauhkan diri dari kegiatan yang bisa mengganggu kegiatan membaca. Misalnya saja mengemil. Meski tampak menggoda, membaca sambil ngemil akan membuat kita lebih sulit berkonsentrasi.

Reviewing


Bagian ini adalah tahapan terakhir dari membaca secara aktif, yaitu membaca kembali apa yang telah kita tuliskan pada kegiatan membaca sebelumnya. Tahapan ini berguna untuk lebih menguatkan kembali ingatan dan pemahaman kita tentang apa yang kita baca sebelumnya.

Cara membaca seperti tahapan-tahapan di atas amat bermanfaat, terutama bagi Anda yang benar-benar butuh menyerap ilmu dari apa yang Anda baca. Butuh usaha lebih, namun yakinlah bahwa cara tersebut amat berguna untuk membantu Anda memahami isi buku yang sedang dibaca.

MEMBACA BUKU EFEKTIF ALA IBU KUTU


Jika menginginkan cara yang lebih sederhana, Anda mungkin bisa mengikuti cara saya. Efektifitasnya mungkin tidak se-wah cara yang telah saya paparkan sebelumnya, namun cara ini cukup efektif dan mudah untuk diterapkan.

Tips membaca buku
Salah satu cara yang saya lakukan agar bacaan saya "nyantol" adalah dengan membuat highlite dan catatan



  1. Pilihlah buku yang betul-betul ingin kita baca. Pemilihan ini bisa didasari kebutuhan atau minat. Dengan membaca buku yang menarik hati, kita akan lebih bersemangat untuk menyerap ilmu dari buku tersebut.
  2. Sediakan waktu khusus dengan durasi tertentu. Menyediakan waktu khusus untuk membaca sangat penting untuk membuat kita fokus menyimak buku yang sedang dibaca. Selain menyiapkan waktu khusus, kita juga perlu menentukan durasi kita membaca. Tidak perlu terlalu lama, cukup 10-15 menit. Hal yang terpenting adalah pastikan disaat tersebut kita betul-betul fokus menyimak bacaan.
  3. Membaca dengan cara mengudap. Alih-alih melahap satu buku dalam satu waktu, lebih baik memecahnya per bagian buku dengan durasi membaca yang lebih pendek. Hal ini untuk menghindari terlalu banyak informasi yang harus diserap otak dalam satu waktu. Ditambah lagi, tingkat konsentrasi kita akan melemah seiring berjalannya waktu membaca. 
  4. Membuat catatan-catatan kecil di samping paragraf yang sedang kita baca. Untuk saya pribadi, cara seperti ini jauh lebih praktis dibanding membuat catatan atau mindmap di tempat terpisah.
  5. Menulis ulang apa yang dibaca, bisa di sosial media atau blog. Dengan menuliskan kembali, kita menjadi semakin memahami apa yang baru saja kita baca. Ditambah lagi, menulis seperti ini juga menjadi media berbagi yang dapat bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga orang lain.

Semoga tips membaca dari saya ini bisa bermanfaat ya... terutama bagi Anda yang merasa kesulitan untuk mengingat dan memahami apa yang Anda baca. Tips ini juga bisa menjadikan kegiatan membaca kita tidak monoton. Jadi, tidak ada lagi alasan bosan saat membaca buku, ya!;)

Komentar

  1. Asik, asiikkk tipsnya mantuull banget, mba
    bisa saya terapkan nih
    karena belakangan ini hasrat membaca kok rasanya lenyaappp ke Timbuktu :(

    BalasHapus
  2. Terima kasih tipsnya ya mba. Kebetulan ada satu buku yg masih saya baca dan belum selesai karena lumayan berat. Semoga dg tips ini saya bisa menyelesaikan buku tersebut dan mendapatkan manfaatnya.

    BalasHapus
  3. Tipsnya sangat bermanfaat. Terimakasih... Memang membaca secara keras dilihat dari siapa saja itu kebanyakan yang melakukan anak-anak ya... Kalau dewasa sudah bisa menempatkan kapan dan bagaimana tekni membacanya

    BalasHapus
  4. Ini tips sangat berguna bagi saya kak, karena saya ini kalau tidak dipaksa untuk baca buku maka tidak akan mau sampai nunggu mood. Makanya saya seringnya milih buku motivasi.

    BalasHapus
  5. Tipsnya keren, ini teknik level atas. Aku masih tipe pembaca yang hanya menikmati bacaan tanpa melakukan apa2 untung meningkatkan efektivitas. Meski begitu menurutku, karena aku menikmatinya maka pemahaman terhadap isi buku juga masih oke.

    BalasHapus
  6. Tips ala Mbak yang nomor 5 itu kulakukan dg cara bikin blog kedua yang khusus memperbincangkan buku2.

    BalasHapus
  7. Tips yang sering saya lakukan adalah coret mencoret dulu lalu bikin catatan. Kaya mbak cempaka. Dan sekarang setelah membaca saya buat ringkasan garis besar, saya buat dalam canva design dan saya posting di media sosial, Mbak

    Karena kalau dicatat dibuku kadang ada rasa enggan untuk buka kembali, tapi kalau di media sosial, kadang diingatkan FB kan kalau kita pernah nulis itu. Kalau IG tampilan design yang menarik juga ikut serta kita buka itu kembalk, xixixi

    BalasHapus
  8. Aku ikut challenge sih akhirnya biar tetap membaca. Maklum kalau sudah tergoda sama drakor, bukunya akhirnya nggak tersentuh. Kasian beud.

    Dengan adanya reading challenge, mau nggak mau jadi baca buku dan bikin ulasannya juga. Perlahan-lahan jadi habit lagi deh. Saya sekarang menyediakan buku tulis khusus untuk mencatat poin-poin dari buku yang sudah dibaca.

    BalasHapus
  9. Tips membaca yang sangat bagus. Mungkin bagi saya pribadi, yang patut dicoba dan kira-kira mudah adalah tips nomor 5. Tetapi agak susah membaca dengan durasi 1 jam. He he ... maklum faktor U. Bertahan 30 menit saja sudah untung. Terima kasih telah berbagi tips, Mbak Cempaka. Salam sukse selalu.

    BalasHapus
  10. Sedang baca satu novel masih belum habis-habis nih. Apa karena novel terjemahan ya? Tapi bahasa terjemahannya bagus. Atau karena novel sejarah ya jadi butuh konsentrasi tinggi saat baca. Saya bacanya per bab. Terkecuali buku diktat, saya biasanya kasih tanda, oret-oretan.

    BalasHapus
  11. Aku selalu begini, kalau baca buku.
    Posisi duduk di meja dan sedia sticky note sama pensil. Soalnyamemang hobi nulis dan mudah berganti-ganti judul buku, jadi kalau gak bikin note, suka lupa "isi" buku yang ini apa yaa...??

    BalasHapus

Posting Komentar

Halo! Terima kasih sudah mampir membaca ulasan si ibu kutu. Silahkan tinggalkan komentar di kolom. Mohon jangan tinggalkan link hidup ya dan komentar teman-teman akan dimoderasi demi kenyamanan pembaca. Salam cinta dari si ibu kutu♡