BUKU SUSTAINATION: PANDUAN ECO LIFESTYLE UNTUK PEMULA

Sustaination

 

Tahukah Anda kalau sampah organik menyumbang porsi terbesar dari sampah yang tidak terolah?

Tahukah Anda kalau pakaian yang Anda gunakan bisa melepaskan jutaan mikroplastik saat dicuci?

Tahukah Anda kalau menjalani hidup ramah lingkungan tak cukup dengan hanya mengurangi pemakaian plastik sekali pakai?

Jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat Anda temukan pada buku Sustaination karya Dwi Sasetyaningtyas. Buku setebal 170 halaman ini memberikan penjelasan yang lengkap untuk Anda yang ingin memulai gaya hidup hijau. Bagi saya, buku ini cocok banget untuk newbie di dunia gaya hidup eco-friendly. Kenapa? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

MENGENAL DWI SASETYANINGTYAS

Penulis buku ini, Dwi Sasetyaningtyas adalah seorang pegiat gaya hidup hijau sekaligus founder dari Sustaination, sebuah wadah untuk mengedukasi masyarakat tentang gaya hidup hijau. Dwi tergerak mengedukasi masyarakat di Indonesia karena prihatin dengan kondisi lingkungan di Indonesia akibat banyaknya sampah dan minimnya kesadaran masyatakat terhadap lingkungan. Dwi juga menyadari sulitnya akses masyarakat kita untuk mendapatkan produk-produk ramah lingkungan di pasaran.

Sustaination yang merupakan kependekan dari kata "sustainable" dan "nation" kini menyediakan beragam produk ramah lingkungan. Dengan keberadaan sustaination, Dwi berharap masyarakat akan lebih mudah mengakses produk-produk ramah lingkungan untuk kebutuhan sehari-hari. 

Selain memasarkan beragam produk ramah lingkungan, Sustaination juga menyediakan banyak informasi tentang gaya hidup hijau melalui berbagai artikel dan video tentang gaya hidup hijau yang dapat diakses secara mudah oleh masyarakat melalui situs Sustaination.id.

Dengan latar belakangnya sebagai pegiat gaya hidup hijau sekaligus pengalamannya bekerja di industri yang bergerak dalam bidang energi terbarukan, Dwi Sasetyaningtyas mencoba mengedukasi sekaligus memberikan solusi bagi masyarakat Indonesia untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan melalui buku  yang ditulisnya. Dengan judul yang sama, Sustaination, Dwi Sasetyaningtyas mengajak para pembaca untuk lebih peduli lingkungan dari rumah masing-masing.

URGENSI PERUBAHAN GAYA HIDUP RAMAH LINGKUNGAN

Dwi membuka setiap bab dalam buku Sustaination dengan pemaparan tentang beragam fakta perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang terjadi di dunia. Beberapa fakta cukup membuat saya tercengang, bahkan saya mendapat pencerahan yang mengubah mispersepsi yang saya alami selama ini. Misalnya saja fakta bahwa sampah penyumbang kerusakan lingkungan di dunia bukanlah sampah plastik. Loh kok? 

Padahal yang selama ini kita gaung-gaungkan adalah mengurangi pengguanaan plastik sekali pakai. Memang benar plastik menyumbang kerusakan lingkungan kita, namun sumbangan sampah terbesar justru datang dari rumah-rumah kita melalui sampah organik. Makanan sisa, sampah sayur dan buah-buahan serta sampah membusuk lainnya menghasilkan senyawa karbon yang merusak lapisan ozon atau yang sering kita kenal dengan istilah efek rumah kaca.

Kemudahan-kemudahan yang kita peroleh dari penggunaan produk sehari-hari juga tak lepas dari ekploitasi baik alam maupun tenaga kerja. Rusaknya alam sampai upah rendah menjadi akibat yang harus dibayar dari industri-industri penghasil produk kita sehari-hari. Misalnya industri fashion yang menjadi industri yang tidak ramah lingkungan karena menghasilkan limbah yang sulit diolah kembali. Belum lagi isu eksploitasi tenaga kerja terutama di negara-negara berkembang.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk membuat perubahan baik bagi lingkungan?

IDE DAN TIPS GAYA HIDUP RAMAH LINGKUNGAN DI RUMAH

Sesuai dengan semangat perubahan gaya hidup yang coba dikenalkan Dwi di buku Sustaination, buku ini menawarkan berbagai solusi sederhana yang bisa diterapkan di masing-masing rumah untuk mengubah gaya hidup kita menjadi lebih ramah lingkungan.

Di buku Sustaination ini, Dwi memaparkan berbagai tips dan ide untuk mengurangi sampah dan penggunaan energi berlebihan di rumah kita. Menurut hemat saya, solusi yang ditawarkan dalam buku ini cukup masuk akal dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Intinya adalah memanfaatkan sumber daya yang telah kita miliki secara efektif dan efisien serta mengolah kembali hasil buangan kita untuk meminimalisasir terjadinya kerusakan lingkungan. Semuanya dapat diterapkan mulai dari rumah kita masing-masing.

Contohnya saja dengan memanfaatkan wadah-wadah yang sudah kita miliki untuk berbelanja, sehingga tidak menggunakan plastik sekali pakai atau dengan mengolah limbah organik kita menjadi kompos atau ecoenzyme. Masih banyak lagi hal-hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi potensi kerusakan alam. Semuanya dipaparkan dengan sangat jelas dan ringkas oleh Dwi Sasetyaningtyas di buku Sustainantion. Dengan tambahan berbagai ilustrasi menarik yang menghiasi buku ini juga memudahkan pembaca untuk semakin memahami isi buku ini.

Cara membuat ecobrick
Ilustrasi di dalam buku yang memudahkan Anda untuk memahami langkah-langkah pembuatan ecobrick


Menurut saya buku ini layak dibeli bagi Anda yang penasaran dengan gaya hidup ramah lingkungan dan berencana untuk menerapkannya dalam hidup Anda. Meski tidak menjabarkan secara detil, namun, informasi-informasi dalam buku ini bisa menjadi pembuka bagi Anda yang belum familiar dengan gaya hidup hijau. Berapa rating yang saya berikan untuk buku ini? ☆☆☆☆/5 Buku yang cukup mencerahkan dan saya rekomendasikan untuk dibaca. :)

Komentar

  1. Wah, mantuull banget nih bukunya.
    karena memang kita (terutama warga urban) wajib banget menerapkan eco-lifestyle
    Supaya bumi jadi ramah ya kan

    BalasHapus
  2. Aku penasaran dengan background pendidikan Dwi Sasetyaningtyas. Dia bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan soal gaya hidup hijau yang mungkin bukan pertanyaan mainstream ya. Keren nih.

    BalasHapus
  3. Buku yang keren
    Isinya pasti begitu edukatif, dan informatif dalam membahas gaya hidup minim sampah dan berkelanjutan yang orientasi pada lingkungan

    BalasHapus
  4. Gaya hidup konsumtif yang jadi biangkerok
    Konsekuensi dari revolusi industry
    Karena itu pemerintah harus tegas

    BalasHapus
  5. Saya pribadi belum telaten memisahkan sampah organik dan non organik. Makasih kakak ini bisa nyemangati para ibu untuk telaten misahin sampah terutama yang dari dapur.

    BalasHapus
  6. Buku yang inspiratif. Ditulis oleh orang yang pakar dibidangnya, menjadikan buku ini layak jadi acuan untuk kita agar lebih mencintai dan peduli akan lingkungan

    BalasHapus
  7. Edukasi seperti ini bermanfaat bagi masyarakat. Simak terus tulisannya menarik

    BalasHapus
  8. Udah lama pengen hidup minimalis dan eco gini, cuma belum ada temennya. Di rumah kok nggak ada yang mendukung. Syukur sekerang udah ada bukunya, bisa belajar dari buku dulu deh

    BalasHapus
  9. Salut sama Ibu Dwi Sasetyaningtyas.

    Nambah lagi nih, pengetahuan saya, yang selama ini menuding bahwa hanya limbah plastik sampah yang paling berpotensi merusak lingkungan

    BalasHapus
  10. Kayaknya bukunya menarik dan sangat membantu orang awam mengenali eco-lifestyle. Sekarang memang masyarakat nampaknya mulai aware terhadap eco-lifestyle ini dan semboyan 'go green' mulai diterapkan oleh masyarakat..

    BalasHapus
  11. Duh, bukunya menggiurkan! Aku mau baca juga. Kebetulan pssion aku memang hidup yang ramah lingkungan ini.

    BalasHapus
  12. Buku yang sangat menginspirasi ya, tentang eco-life style. Saya sendiri juga masih harus belajar banyak tentang gaya hidup hijau ini, biar bisa ikut membantu menjaga kelestarian lingkungan.

    BalasHapus
  13. Cari ah bukunya. Penasaran ama cara bikin eco-brick nih. Pas aku mau renov rumah, bisa kali ya, pagernya pakai eco-brick. Kumpulin ah dari sekarang. Trims artikelnya...

    BalasHapus
  14. Bagus nih sebagai bahan bacaan agar makin membuka persepsi baik pada diri kita semua tentang eco lifestyle.

    BalasHapus
  15. Buku ini wajib banget dimiliki pegiat zero waste.. sebelumnya udah dapat review dari teman. jadi makin tertarik beli bukunya

    BalasHapus
  16. iyaaa, sekarang penting banget buat kita mengubah pola hidup menjadi lebih ecofriendly ya mba... agar bumi menjadi lebih baik... Aniwei jadi penasaran sama bukunya dan pastiinya bakal membantu banget nih buat saya yang sedang belajar untuk lebih bersahabat lagi dengan lingkungan

    BalasHapus
  17. bukunya menarik sekali mbak, aku penasran deh. aku sendri lagi berusaha mengurangi sampah sekali pakai, walaupun belum bisa zero waste. lagi belajar bikin pupuk dari sisa makanan juga

    BalasHapus
  18. Penasaran dengan mengelola sampah organik. Pernah tahu tentang membuang sampah sayur Dapur ke endapan tanah, cuma habis itu kurang tahu lagi. Oke kayanya bukunya nih

    BalasHapus
  19. buku yg inspiratif ya mbak
    klo aq sampah organik diolah di felita dan takakura

    BalasHapus
  20. Sedih kalau lihat sampah.
    Tapi akupun masih menjadi penyumbang sampah di bumi ini. Detilnya kepengen banget baca buku Sustainationnya kak Dwi Sasetyaningtyas.

    BalasHapus
  21. Ternyata sampah rumah tangga paling berbahaya dibanding sampah plastik. fakta yang mengejutkan buat saya. jadi tertarik mau baca isi bukunya lebih lanjut

    BalasHapus
  22. Wah keknya aku wajib baca buku ini, pengetahuanku soal sustainable environment masih kurang banget. Pengen belajar bikin ecobrick juga.

    BalasHapus
  23. Wah... bukunya keren nih. pengen baca

    BalasHapus
  24. wah ternyata malah sampah organik ya, yang lebih banyak dihasilkan rumah tangga. berarti selain mengurangi pemakaian plastik kita juga harus bisa mengolah sampah organik ini ya agar tidak terbuang begitu saja

    BalasHapus

Posting Komentar

Halo! Terima kasih sudah mampir membaca ulasan si ibu kutu. Silahkan tinggalkan komentar di kolom. Mohon jangan tinggalkan link hidup ya dan komentar teman-teman akan dimoderasi demi kenyamanan pembaca. Salam cinta dari si ibu kutu♡