[REVIEW] BUKANNYA MALAS, CUMA LAGI MAGER AJA


Hidup sebagai orang dewasa itu memang banyak banget tuntutannya. Usaha maksimal saja belum tentu bisa menyenangkan banyak orang. Rasanya jadi tertekan deh. Pinginnya sih mager saja. Meringkuk di atas sofa dan enggak melakukan apa pun, tapi nanti ada yang nyinyir lagi, "kerjaannya apa sih? kok tidur-tiduran aja dari tadi". Kayaknya memang cuma orang kayak aku yang ngerti gimana rasanya hidup dalam dilema kayak gini, capek, tapi khawatir untuk berhenti meski sejenak. Orang-orang perasaan kok adem saja hidupnya, bahkan ada yang hampir enggak punya cela. Apa memang hidup se-enggak adil itu? Agh... tapi enggak apa-apa, kali ini aku mau bersikap malas saja!

Kurang lebih begitu curhatan Dancing Snail dalam bukunya yang berjudul "Bukannya Malas, Cuma Lagi Mager Aja". Buku terjemahan dengan judul asli "I'm Not Lazy, I'm On Energy Saving Mode" ini memaparkan kondisi nyata dari kehidupan orang dewasa terutama di daerah urban. Tekanan dunia sosial, mulai dari masalah pekerjaan, percintaan, kemandirian finansial hingga pergaulan. Tekanan-tekanan yang terkadang membuat kita butuh berhenti sejenak untuk merenungi hidup. 

BERKENALAN DENGAN DANCING SNAIL


Buku ini ditulis oleh Dancing Snail. Tidak banyak informasi yang saya peroleh tentang penulis kecuali sebuah akun instagram dan pinterest. Yup! Dancing Snail memang seorang penulis yang merangkap ilustrator atau lebih tepatnya ilustrator yang menulis buku. Maka tak heran kalau di akun instagramnya banyak dihiasi gambar ilustrasi yang diikuti oleh caption motivasi yang apik. Dancing Snail berasal dari Korea, itu bisa diketahui pula dari akun instagram miliknya. Butuh effort lebih untuk mengenalnya, karena sebagian besar caption ditulis dengan huruf Hangeul. Dancing Snail juga membuat ilustrasi beberapa buku yaitu "I Want To Die But I Want to Eat Tteopokki" "It's Okay to Overflow" dan "I Want to Be Alone but Despise Loneliness".

Instagram Dancing Snail

KESAN TERHADAP BUKU "BUKANNYA MALAS, CUMA LAGI MAGER AJA"


Meski judulnya terdengar amat pesimis, namun buku ini justru membawa angin positif bagi orang-orang yang sedang merasakan hidup yang berat. Dibawa dengan bahasa yang ringan, ide-ide penulis jadi mudah untuk ditangkap pembaca. Isu yang diangkat juga seputar kehidupan sehari-hari yang membuat pembaca merasa, "ini tuh gue banget". Buku ini juga semakin apik dengan warna cover kuning cerah dan banyaknya ilustrasi yang digambar oleh penulis sendiri. Gambar-gambar yang tampak sederhana dengan warna-warna mencolok, sukses bikin saya betah berlama-lama membaca buku ini. Buat orang yang mudah bosan membaca teks, buku ini pasti akan mudah menghibur Anda.

Di dalam buku ini juga banyak kutipan-kutipan motivasi yang bikin pembaca merasa dapat pencerahan baru. Salah satu kutipan favorit saya adalah berikut ini:

"Jika kamu berpikir kerja keras yang kamu lakukan sudah cukup, ya sudah. Longgarkan pinggangmu dan bergeraklah pelan-pelan"

atau kutipan lain, seperti:

"Jika ada suatu hal yang sulit untuk diubah dengan sesegera mungkin, coba lepaskan ambisi itu sesaat saja dan alihkan perhatian kita pada hal yang bisa kita lakukan saat itu."

Menurut saya, buku ini cocok banget dibaca sama orang yang sedang merasa hidupnya sedang terasa terlalu penuh dan menekan. Inti buku ini mengajak pembaca untuk rehat sejenak dan melihat ke dalam dirinya. Ternyata enggak apa-apa berhenti sejenak dan bersikap malas (sepertinya ini terminologi penulis untuk rehat). Daripada tekanan-tekanan itu justru membuat kita jatuh ke lubang depresi. 

Saya cukup menikmati buku ini dari awal sampai akhir, bukan cuma karena faktor meriahnya buku ini dengan sejumlah ilustrasi, tapi juga isinya yang lumayan menggugah hati. Namun, berhubung ini buku terjemahan, ada beberapa kalimat yang perlu dibaca beberapa kali untuk mencerna maknanya. Mungkin karena secara tata bahasa, orang Indonesia dan Korea sedikit berbeda. Selain itu, konteks sosial yang dibawa penulis ya dari tempat asalnya, yaitu Korea. Jadi ada beberapa poin yang menurut saya agak kurang relevan buat masyarakat kita. Selain dari pada itu, buku ini bisa saya rekomendasikan sebagai buku yang bagus.

ULASAN DI GOODREADS

Buku ini mendapat ulasan yang cukup baik di situs Goodreads dengan total 4.5 dari 5 bintang. Rata-rata review yang diberikan juga positif dengan ulasan yang enggak jaun berbeda dengan bahasan saya. Buku ini sepertinya cocok untuk kalangan dewasa muda. Apalagi yang masih dalam fase kurang stabil dan sedang mencari ritme diri. 

Saya sendiri akan memberi bintang:
⭐⭐⭐⭐/5

Bagaimana, tertarik untuk membaca buku ini?

Data buku

Judul: Bukannya Malas, Cuma Lagi Mager Aja
Penerbit: Transmedia
ISBN: 9786237100362
Halaman: 272 halaman
Harga: Rp95.000

Komentar

  1. Saya tertarik untuk membacanya. Dari judulnya udah menarik, dan penasaran sama isinya. Apalagi ada caption-caption yang bahasanya ringan namun mengena

    BalasHapus
  2. Kayaknya mesti dibaca nih buku, karena aku pun lagi di kondisi Energy Saving Mode alias mager..Pandemi ini bikin diri labil, hiks. Hm...antara malas dan mager di mata orang memang kadang dianggap sama. Dan tentang penulis yang juga ilustrator, penasaran apakah bukunya juga ada sedikit ilutrasi begitu?

    BalasHapus
  3. Bagus mb isi bukunya. Mengajak kita untuk belajar easy going. Tidak mengukur sesuatu lewat tolok ukur orang lain..jadi pengem baca juga...

    BalasHapus
  4. Dari judulnya aja aku tertarik ingin baca, di Ipusnas atay Playbooks ada gak ya?

    BalasHapus
  5. Wah tertarik mba! Walau well terkesan pesimis memang tapi pasti isinya ngetwist ya mba. Kalau diliat dari quote nya, isinya tentang bagaimana hidup santuy bukan sih Mba

    BalasHapus
  6. Menurut saya meskipun dari judul terkesan malas dan kurang semangat tapi ternyata seperti memberi ruang juga ya untuk istirahat sesekali. Sudah terlalu banyak kehidupan berat yang dijalani,psti butuh ruang jeda juga.

    BalasHapus
  7. Saya juga dah beberapa waktu mengikuti Dancing Snail ini. Apalagi semenjak belajar Hangeul. Membaca review ini jadi tertarik untuk beli bukunya. Sepertinya seru, seatraktif pekerjaan ilustrasinya.

    BalasHapus
  8. Bukan pesimis tapi lebih ke accepting untuk kewarasan diri.
    Kalau merasa cukup dan lelah ya memang istirahat dulu, gali kekuatan baru. Kalau target tidak juga tercapai ya ambil target yang mudah dulu agar tetap semangat.
    Jadi pengen baca bukunya

    BalasHapus
  9. Baru mengenal Dancing Snail di sini. Nama aslinya siapa, sih? Bikin kepo. Judul bukunya menurut saya nggak menyiratkan pesimisme, tapi sungguh manusiawi. Adakalanya manusia memang ingin nggak melakukan apapun untuk beberapa saat. Capek juga loh mengejar target baik dari sisi ekonomi, kehidupan keluarga, menjadi orangtua, daaan lain-lain.

    BalasHapus
  10. Jadi tertarik juga nih buat bacanya.. Karena kelihatannya menarik banget nih.. Apalagi ada ilustrasinya

    BalasHapus
  11. Melihat syle art-nya, jadi keingetan gudetama. Kaya malas banget, tapi kok terasa relate dengan kita sendiri, belum lagi cute desainya hehe

    BalasHapus
  12. Ada masanya ingin rehat sejenak, untuk menyegarkan pikiran. Makanya pas nih bukunya bisa memotivasi biar gak mager

    BalasHapus
  13. aku suka banget sama ilustrasi buku-bukunya dancing snail ini. bukunya juga menarik untuk dibaca karena ada makna lain disetiap bukunya. awalnya ngira buku komedi, ternyata bukan dan berhubungan sama mental illness.

    BalasHapus

Posting Komentar

Halo! Terima kasih sudah mampir membaca ulasan si ibu kutu. Silahkan tinggalkan komentar di kolom. Mohon jangan tinggalkan link hidup ya dan komentar teman-teman akan dimoderasi demi kenyamanan pembaca. Salam cinta dari si ibu kutu♡